Menjemput Berkah: Walimatusafar Umroh Karyawan Yayasan Budhi Warman
Foto Bersama peserta umroh bersama Wakabag Pendidikan Yayasan Budhi Warman, pimpinan sekolah dan KH. Dimyati Umar Royani di Masjid Nurhayati Amir (Rabu, 07/01/26)
Foto ; TIM Unit Produksi SMK
Penulis : Juna
Jakarta, 07 Januari 2026 – Yayasan Budhi Warman kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas spiritual para pegawainya. Pada Rabu pagi ini, suasana khidmat menyelimuti acara Walimatusafar Umroh, sebuah kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tahunan yayasan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para guru dan staf. Sejak tahun 2017 Yayasan Budhi Warman telah memberangkatkan 41 karyawan ke tanah suci.
Acara pelepasan dilaksanakan di Masjid Nurhayati Amir dan dihadiri oleh seluruh pimpinan sekolah, jajaran guru, staf, serta perwakilan murid. Sebelumnya, para calon jamaah telah menerima pembekalan di Pondok Laras agar siap menjalankan ibadah umroh dengan benar. Berikutnya jamaah umroh akan berangkat pada hari Selasa, 13 Januari dan balik ke tanah air tanggal 21 Januari 2026
Delegasi Umroh Tahun 2026
Tahun ini, Yayasan memberangkatkan lima orang terpilih untuk berangkat ke Tanah Suci:
- Prima Remolda, S.H., M.H.I. (Litbang Yayasan Budhi Warman)
- H. Muhammad Firmansyah, S.Pd. (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan)
- Krisnayanti (Staf Yayasan)
- Sukijo Widodo (Staf Yayasan)
- Kartijah (Staf Yayasan)
Pesan Pimpinan Yayasan: Memperkuat Kualitas Pengajaran
Dalam sambutannya, H. Akhyar Sihombing, M.Pd, Wakabag Pendidikan menegaskan bahwa program tahunan ini pada tahun 2012 awalnya dirancang khusus bagi para guru agama. Tujuannya agar mereka memiliki pengalaman nyata (langsung) di Tanah Suci sehingga mampu menyampaikan pelajaran tentang umroh dan haji secara lebih mendalam kepada para siswa. Dan seiring berjalan waktu, program ini diperuntukkan bagi karyawan yang telah berkarya dalam waktu yang lama di Yayasan Budhi Warman.
Beliau juga menitipkan pesan praktis: "Usahakan sudah berada di masjid sebelum adzan berkumandang, dan bawalah kebiasaan baik dari sana saat kembali ke Indonesia."
Tausiyah KH. Dimyati Umar Royani: Adab, Ilmu, dan Bekal Halal
KH. Dimyati Umar Royani memberikan pembekalan spiritual yang sangat mendalam. Beliau menekankan beberapa poin penting:.
- Beribadah dengan Ilmu: Beliau mengingatkan bahwa amal tanpa ilmu akan tertolak. Jamaah diwajibkan mempelajari kembali buku Manasikul Hajj sebelum berangkat.
- Menjaga Lisan: Beliau berpesan dengan sangat sungguh-sungguh agar jamaah tidak berbicara sembarangan selama di Tanah Suci.
- Doa yang Mustajab: Beliau mengajarkan teknik berdoa dengan membayangkan orang-orang yang dicintai. Beliau menitipkan doa: "Ya Rabb, jika saat ini Hamba Kau berikan kesempatan, maka berikanlah pula kesempatan umroh kepada saudara, teman, dan murid-murid hamba."
- Keutamaan Nabawi: Beliau menyarankan jamaah untuk tidak beranjak dari Masjid Nabawi sebelum waktunya habis, karena Nabawi adalah tempat di mana doa tidak akan ditolak.
- Kehalalan Bekal: "Tolong bawa harta yang halal," tegas beliau, mengingat kebersihan harta sangat menentukan diterimanya ibadah
Arahan Pimpinan
H. Munjaeni, S, Ag, MM, Kepala Sekolah SMK budhi Warman II, beliau berpesan agar jamaah disiplin mengikuti program dan memperbanyak ibadah mandiri seperti umroh badal. Beliau juga membagikan ijazah amalan agar dimudahkan mencium Hajar Aswad, yakni dengan membaca Sholawat Ibrahimiyah sebanyak 40 kali setiap hari.
Ucapan Terima Kasih dari Jamaah
Prima Remolda, S.H., M.H.I., mewakili para jamaah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Budhi Warman yang terus konsisten menjalankan program tahunan ini. Beliau memohon doa agar perjalanan ini diberkahi, khususnya untuk kemajuan dan kejayaan Yayasan Budhi Warman.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan jabat tangan hangat. Melalui agenda tahunan ini, Yayasan Budhi Warman berharap nilai-nilai religius di lingkungan sekolah terus terjaga dan memberikan keberkahan bagi seluruh keluarga besar yayasan.
