Sosialisasi Pembelajaran Pada Kenormalan Baru Bertahap (PPKBB) SMA Budhi Warman II Kepada Wali Siswa
SMA Budhi Warman II mengadakan Sosialisasi Pembelajaran Pada Kenormalan Baru Bertahap (PPKBB) atau lebih mudah disebut Pertemuan Tatap Muka kepada Wali siswa secara Virtual. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 2 September 2021 dengan menggunakan aplikasi ZOOM. Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi antara sekolah dengan wali siswa, sehingga pertemuan tatap muka bisa berjalan dengan baik dan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19. 
Pardi Supardi, S.S., M.Pd., Kepala Sekolah SMA Budhi Warman II menjelaskan Kepada Wali siswa bahwa kegiatan Pertemuan Tatap muka Payung Hukumnya jelas yaitu SK Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta No 883 Tahun 2021 tantang Penetapan Satuan Pendidikan yang Melaksanakan Pembelajaraan Tatap Muka Terbatas Pembelajaran Campuran Tahap I.

Sebelumnya SMA Budhi Warman II berhasil lolos bersama 586 sekolah verifikasi Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta sebagai sekolah perintis.
Kepala sekolah menjelaskan kebijakan pertemuan Tatap Muka didasari pada 3 hal yaitu;
- PTM menjadi pilihan terbaik setelah KBM vakum hampir sekitar dua tahun.
- PTM merupakan permintaan para wali siswa.
- Sekolah telah mempersiapkan berbagai infrastruktur yang baik untuk protokol kesehatan.
Berdasarkan tiga pertimbangan tersebut, Maka SMA Budhi Warman II menyatakan siap dan harus melaksanakan pembelajaran tatap muka pada tahap pertama.
Beliau juga mengajak agar wali siswa ikut berperan dalam pelaksanaan PPKBB diantaranya ikut mempersiapkan putra putrinya agar tetap mengikuti protokol mengikuti PTM maka sekolah tidak akan diam.
Fachruddin, M. Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang kurikulum menjelaskan pertemuan tatap muka kepada Wali siswa, "PTM yang akan kita laksanakan adalah kombinasi antara tatap muka dan Pembelajaran jarak jauh atau yang bisa kita sebut Asingkronus" beliau menyebutkan pertemuan tatap muka akan digelar secara bergilir, dimana hanya 50% siswa perkelas yang diiizinkan mengikuti PTM, sedangkan sisanya mengikuti secara daring.
Kegiatan PTM akan dimulai pukul 7:00 dan akan berlangsung selama 4 jam, dimana durasi tiap jam pelajaran hanya 35 menit. Materi pelajaran yang diajarkan adalah materi esensial hal ini dikarenakan mata pelajaran non esensial dapat dilaksanakan pada saat pembelajaran jarak jauh.

Beliau juga berpesan agar wali siswa agar ikut membantu membimbing peserta didik agar mematuhi protokol kesehatan, diantaranya; Tidak mengizinkan siswa sakit ke sekolah, siswa wajib membawa makan dan minuman sendiri dari rumah, siswa wajib memakai masker 3 lapis, siswa wajib membawa hand sanitazer, dan ketika pulang sekolah siswa wajib mengganti pakaiannya sebelum berinteraksi dengan siapapun di dalam rumah.
Diharapkan kegiatan PTM atau Pembelajaran Tatap Muka menjadi ajang untuk meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab peserta didik terutama dalam menjaga kesehatan.

